RANCANG BANGUN KONTEN E-LEARNING KEGIATAN PEMASANGAN WIFI INDIHOME MENGGUNAKAN METODE ADDIE DAN SECI PADA PT. MAP SUBANG

Isi Artikel Utama

Laras Maudy Yunia
Kusnadi
Rifqi Fahrudin

Abstrak

Knowledge sering terkait bukan hanya dengan dokumen atau penyimpanan barang berharga, tetapi juga dengan rutinitas, proses, praktek, dan norma di dalam perusahaan. Terdapat dua jenis knowledge, yaitu Tacit Knowledge dan Explicit Knowledge. Tacit knowledge adalah pengetahuan yang berasal dari pengalaman individu yang ada dalam pikiran mereka dan sulit untuk dibagikan kepada orang lain. Tacit knowledge dapat hilang karena outsourcing, pemangkasan pegawai, penggabungan perusahaan, atau saat individu meninggalkan pekerjaan. Sedangkan, explicit knowledge adalah pengetahuan yang dapat didokumentasikan, diartikan, dan dibagikan kepada orang lain. PT MAP yang merupakan  partner dari PT Telkom Indonesia jaringan fiber Indihome yang melakukan pelayanan penyediaan sales, pemasangan wifi, gangguan, dan maintenence indihome lainnya. Keterbatasan serta belum adanya proses pembelajaran untuk karyawan teknisi baru maupun teknisi yang ingin meningkatkan konwledge dalam hal jaringan wifi, hal ini menjadi latar belakang permasalahan dalam penelitian ini. Metode ADDIE adalah salah satu metode yang umum digunakan dalam desain e-Learning. Metode ini terdiri dari lima tahap, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap desain, dilakukan konversi dari pengetahuan tacit menjadi pengetahuan eksplisit menggunakan metode SECI yang melibatkan sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi, dan internalisasi. Penggunaan metode SECI dalam proses konversi pengetahuan didasarkan pada pertimbangan bahwa data yang digunakan merupakan pengetahuan tacit dari pekerja dan pemilik perusahaan. Untuk itu PT MAP membutuhkan sebuah konten e-learning yang akan membantu mempermudah dan mempercepat proses pembelajaran  untuk karyawan baru dan karyawan yang ingin meningkatkan knowledge.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Bagian
Articles

Referensi

[1] Xue, C. T. (2017). A Literature Review on Knowledge Management in Organizations. Research in Business and Management, 4(1), 30-41

[2] Iskandar, A., & Subekan, A. (2018). Pengaruh Personal Knowledge, Job Procedure Dan Technology Terhadap Kinerja Pegawai Organisasi Publik. JRMSI - Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia, 9(2), 168–192.

[3] Smith, E. A. (2001), The role of tavit and explicit knowledge in the workplace. Journal of knowledge management, 5(4), 311-321.

[4] Kusumastuti, D., Soesanto, R. P., Kurniawati, A., & Kurniawan, M. T. (2020). E-learning Content Design using ADDIE and SECI: Case of Shelving Activity in Research Organization. International Journal on Advanced Science Engineering Information Technology, 1072- 1077.

[5] Bhuasiri, W., Xaymoungkhoun, O., Zo, H., Rho, J. J., & Ciganek, A. P. (2012). Critical success factors for e-learning in developing countries: A comparative analysis between ICT experts and faculty. Computers and Education, 58(2), 843– 855

[6] Jefri, R., Slamet, L., & Huda, Y. (2018). Analisis Penerimaan Implementasi Sistem Informasi Elearning Universitas Negeri Padang Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model. Jurnal Vokasional Teknik Elektronika & Informatika, 6(1).

[7] Adeyinka, T., & Mutula, S. (2010). A proposed model for evaluating the success of WebCT course content management system. Computers in Human Behavior, 26(6), 1795–1805. https://doi.org/10.1016/j.chb.2010.07.007

[8] Pribadi, Banny A. 2009, Model Design Sistem Pembelajaran. Jakarta: Dian Rakyat