RANCANG BANGUNG SISTEM MONITORING KUALITAS UDARA BERBASIS WEB MEMANFAATKAN MQ-135 DAN ARDUINO
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kualitas udara yang baik sangat diperlukan oleh semua makhluk hidup. Pencemaran udara dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Tidak ada informasi dan pengetahuan tentang kualitas udara menyebabkan kita sering mengabaikan permasalahan ini. Sebuah aplikasi yang dapat memberikan informasi berupa ambang batas baik dan buruk dari kualitas udara dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakukan pencegahan terhadap dampak buruk kualitas udara. Penelitian ini telah mengembangkan sebuah aplikasi monitoring kualitas udara berbasis WEB memanfaatkan MQ-135 dan Arduino. Pada prinsipnya alat ini bekerja dengan inputan dari sensor udara MQ-135 kemudian hasil dari inputan sensor akan dikirim ke mikrokontroler arduino untuk dioleh sesuai program yang dibuat, kemudian inputan yang telah diolah di arduino akan di tampilkan disebuah laman web melalui koneksi jaringan yang terhubung melalui modul nodeMCU ESP8622 sehingga hasil yang ditampilkan dapat dilihat oleh pengguna. Pengujian aplikasi dilakukan sebanyak 4 kali uji coba untuk mengukur besaran kadar CO2 di udara berdasarkan jarak alat dengan sumber polutan dan arah angin. Hasil pengujian dan realtime pengukuran kadar polutan udara dapat di tampilkan dilaman web sehingga dapat diakses oleh pengguna. Berdasarkan hasil ujicoba diperoleh fakta bahwa nilai kadar CO2 tertinggi terjadi pada saat jarak sumber polutan dengan alat sejauh 1 meter dan arah angin dari sumber polutan ke alat. Hal ini menunjukkan bahwa alat monitoring berhasil bekerja dengan baik.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan dengan Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Referensi
[1] W. M. Sweileh, S. W. Al-Jabi, S. H. Zyoud, and A. F. Sawalha, “Outdoor air pollution and respiratory health: A bibliometric analysis of publications in peer-reviewed journals (1900 - 2017),” Multidiscip. Respir. Med., vol. 13, no. 1, pp. 1–12, 2018, doi: 10.1186/s40248-018-0128-5.
[2] mongabay, “Polusi Udara Pembunuh senyap di jabodetabek,” mongabay.co.id, 2020. .
[3] I. Manisalidis, E. Stavropoulou, A. Stavropoulos, and E. Bezirtzoglou, “Environmental and Health Impacts of Air Pollution: A Review,” Front. Public Heal., vol. 8, no. February, pp. 1–13, 2020, doi: 10.3389/fpubh.2020.00014.
[4] D. R. Nurmaningsih, “Analisis Kualitas Udara Ambien Akibat Lalu Lintas Kendaraan Bermotor Di Kawasan Coyudan, Surakarta,” Al-Ard J. Tek. Lingkung., vol. 3, no. 2, pp. 46–53, 2018, doi: 10.29080/alard.v3i2.336.
[5] G. C. Angelia, R. H. Akili, S. S. Maddusa, F. Kesehatan, M. Universitas, and S. Ratulangi, “Analisis Kualitas Udara Ambien Karbon Monoksida (Co) Dan Nitrogen Dioksida (No2) Dibeberapa Titik Kemacetan Di Kota Manado,” Kesmas, vol. 8, no. 6, pp. 378–387, 2019.
[6] A. D. Susanto, “Air pollution and human health,” Med. J. Indones., vol. 29, no. 1, pp. 8–10, 2020, doi: 10.13181/mji.com.204572.
[7] A. Gede Sugiarta, “Dampak Bising Dan Kualitas Udara Pada Lingkungan Kota Denpasar,” Bumi Lestari, vol. 8, no. 2, pp. 162–167, 2008.
[8] Sandra C, “Pengaruh Penurunan Kualitas Udara terhadap Fungsi Paru dan Keluhan Pernafasan pada Polisi Lalu Lintas Polwiltabes Surabaya,” J. IKESMA, vol. 9, no. 1, pp. 1–8, 2013.
[9] A. Masito, “Risk Assessment Ambient Air Quality (NO2 And SO2) and The Respiratory Disorders to Communities in the Kalianak Area of Surabaya,” J. Kesehat. Lingkung., vol. 10, no. 4, p. 394, 2018, doi: 10.20473/jkl.v10i4.2018.394-401.
[10] J. Abidin, F. Artauli Hasibuan, K. Kunci, P. Udara, and D. Gauss, “Pengaruh Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Untuk Menambah Pemahaman Masyarakat Awam Tentang Bahaya Dari Polusi Udara,” in Prosiding SNFUR-4, 2019, no. September, pp. 978–979.
[11] R. Msy, “Polusi Udara dan Kesehatan,” J. Tek. Ind., vol. 1, no. 11, pp. 5–8, 2016.
[12] R. S. Kharisma and A. Priati, “Sistem Pemantauan Suhu Udara Pendingin Pada Motor Pompa Pendingin Utama di PLTGU Tanjung Priok Menggunakan ARDUINO UNO R3,” J. Ilm. DASI, vol. 18, no. 2, pp. 7–12, 2017.
[13] apps.automeris, “automaris.io,” automeris. .
[14] M. A. Sebayang, “Web Based Quality Air Monitor Station,” J. Informatics Telecommun. Eng., vol. 1, no. 1, 2017.