PENENTUAN JARAK KRITIS BAUT KE UJUNG BATANG BAMBU AMPEL (BAMBUSA VULGARIS) TANPA RUAS

Authors

  • Astuti Masdar Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh
  • Fiska Widya Sari Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh
  • Ridha Sari Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh

DOI:

https://doi.org/10.31961/gradasi.v10i1.15526

Keywords:

Bambu, Bambu Ampel, Material, Baut, Jarak Kritis

Abstract

Bambu Ampel (Bambusa Vulgaris) merupakan salah satu spesies bambu yang berpeluang dijadikan material konstruksi. Berdasarkan ukurannya, penggunakan bambu ampel lebih cenderung kepada struktur bambu utuh dari pada dijadikan bahan laminasi bambu. Disisi lain, jarak minimum menjadi hal yang kritis dalam pertimbangan sebuah sistem sambungan bambu. Hal ini sering menjadi kendala utama dalam aplikasi konstruksi bambu. Dilapangan, tentunya tidak dapat dipastikan pada semua bagian sambungan adalah batang bambu yang mempunyai ruas sehingga perlu dilakukan kajian pada kondisi ekstrim yaitu pada kondisi batang bambu yang tidak memiliki ruas pada bagian ujung batangnya. Pembuatan dan pengujian benda uji dilakukan dengan merujuk pada standar ISO 22157-2019. Dalam penelitian ini, dua sifat mekanik bambu yang menjadi dasar dalam penentuan jarak baut pada batang Bambu Ampel adalah kekuatan geser ada tumpu. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisik, diketahui bahwa kadar air bambu kecil dari 15%. Nilai ini memenuhi persyaratan dilanjutkannya pengujian sifat mekanik tanpa melakukan pengeringan ulang pada specimen uji. Hasil pengujian mekanik menunjukkan nilai kuat geser dan tumpu masing-masing adalah 8,01 MPA dan 40,35 MPa. Dari hasil analisis, didapatkan jarak minimum baut pada batang Bambu Ampel yang ujung batangnya tidak ada ruas adalah 5,03 kali diameter baut. Dibandingkan dengan jenis bambu lainnya jarak minimum baut pada batang Bambu Ampel menunjukkan hasil yang berkesesuaian terutama dengan jarak minimum baut pada ujung batang Bambu Petung yang tidak memiliki ruas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anokye, R., Bakar, J, Ratnasingam and Bahar, 2016. The effects of nodes and resin on the mechanical properties of laminated bamboo timber froduced from Gigantochloa scotechinii. Journal Contruction and building material, Vol. 105, pp. 285-290. https://www.sciencedirect.c

Bhonde, 2014, Physical and Mechanical of Properties Bamboo (Dendrocalmus Strictus). International Journal of Scientific & Engineering Research, Vol. 5, No. 1, pp. 455-459. https://www.ijser.org/researchpaper/Physical-and Mechanical-Properties-of-Bamboo-Dendrocalmus Strictus.pdf.

Destisari, Y. 2016. Pengaruh Diameter Baut Pada Jarak Baut Ke Ujung Bambu Pada Sistem Sambungan Bambu. Thesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Gao, X., Zhu, D., Fan, S., Rahman, Z, Guo, S., and Chen, F., 2022. Structural and mechanical properties of bamboo fiber bundle and fiber bundle reinforced composites. Journal of materials research and technology, 19, pp.1162 - 1190. https://doi.org/10.1016/j.jmrt.2022.05.077

ISO 22157-2019 (2021). Struktur Bambu-Penentuan Sifat Fisis dan Mekanis Batang Bambu-Metode Uji. Badan Standarisasi Nasional.

Jose, A., Neto, G., Normando, P., Barbosa, Antônio, L., Beraldo, Aluísio., B dan de Melo, 2021. Physical and mechanical properties of the bambusa vulgaris as construction material. Journal of Engenharia Agrícola, 41(2), pp.119-126. doi: http://dx.doi.org/10.1590/1809-4430 Eng.Agric.v41n2p119-126/2021

Masdar, A., Siswosukarto, S., Noviarti dan Suryani, D., 2019, Implementation of connection system of wooden plate and wooden clamp on joint model of bamboo truss structures, International Journal of GEOMATE, Vol. 17, No. 59, pp. 15 – 20.

Masdar, A., Bambang, S., Siswosukarto, S. dan Sulistyo. Dj, 2014, Determinant of Critical Distance of Bolt on Bamboo Connection, Jurnal Teknologi,” (Sciences and enginnering) Vol. 69, No.6, pp. 111–115.

Masdar, A., Pilko, S., Junnaidy, R., dan Masdar, A.D., 2023, Pengaruh Pengawetan terhadap Kuat Geser Bambu Petung (Dendrocolamus asper). Jurnal Buletin Engineering, Vol.3 No. 2, pp. 1-6.

Masdar, A., Ronal, M.Y., Fatma, I.W., Anita, D.M., dan Ronny, J. 2023. Pengaruh Pengawetan terhadap Kuat Tekan Sejajar Serat Bambu Gombong (Gigantochloa Pseudoarundinasea). Jurnal Teknik Sipil ITP. Vol.10 : 40-61.

Masdar, A., Febriyeni, I, Masdar, A.D., dan Ronny, J., 2024, Penentuan Jarak Kritis Baut Pada Sambungan Bambu Gombong (Gigantochloa Pseudoarundinasea), Jurnal Gradasi Teknik Sipil, Vol. 8 No. 1, pp. 84-89

Masdar, A.D., Masdar, A., Meilani, I. dan Ronny, J., 2025. Penentuan Jarak Kritis Baut Pada Sambungan Bambu Petung (Dendrocolamus Asper), Jurnal Sigma Teknika, Vol. 8 No. 1, pp. 96-103.

Morisco, 1995, Rekayasa Bambu, Nafiri Offsett, pp. 1-5. Yogyakarta, Indonesia.

Ndale, F, X,. 2013. Sifat Fisik Dan Mekanik Bambu Sebagai Bahan Kontruksi. Jurnal Teknik Univeritas Flores. Vol.7(2) : 22-31

Wicaksono, D., dkk,. 2023. Identifikasi Persebaran Bambu Pada Daerah Aliran Sungai Pepe Desa Sawahan. E-ISSN 2798-1428. Vol 2(8) : 349-373

Published

2026-06-29