Uji Validitas Dan Relibilitas Instrumen Pengukuran Implementasi E-Learning Terhadap Kepuasan Pengguna Pada Masa Pandemi COVID 19 Di Lingkungan Politeknik Negeri Banjarmasin

Main Article Content

Rahimi Fitri
Syamsudin Noor
Ida Hastuti

Abstract

Pelaksanaan kuliah secara daring memerlukan persiapan dan dukungan sumber daya yang memadai antara lain pertama adalah Software atau tools yang digunakan dalam perkuliahan daring, dimana Poliban memiliki elearning yang bisa dimanfaatkan atau bisa menggunakan tools lainnya. Kedua Hardware atau perangkat computer dengan spesifikasi yang diperlukan salah satunya ada kamera yang digunakan untuk video conference, dan yang sangat penting adalah koneksi jaringan internet yang stabil. Oleh karenanya jika minimal tiga hal tersebut dapat terpenuhi, maka perkuliahan secara daring dapat terlaksana dengan baik. Akan tetapi dalam realitanya ada beberapa masalah yang dihadapi baik oleh dosen maupun mahasiswa terutama terkait sinyal jaringan internet yang kurang stabil, sehingga pelaksanaan kuliah daring tidak dapat berjalan maksimal. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi pengguna dibutuhkan suatu instrument pengukuran implementasi E-learning terhadap kepuasan pengguna. Dalam pembuatan suatu model instrument yang baik diperlukan suatu pengujian untuk memastikan bahwa indicator yang digunakan dalam instrument yang digunakan  valid dan dapat dipercaya dan memiliki tingkat reliabilitas yang baik


Berdasarkan permasalahan yang telah disebutkan di atas maka penelitian kali ini akan melakukan pengujian instrument dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas dimana dalam proses analisisnya digunakan kerangka kerja penerapan Partial Least Square (PLS) di dalam SEM yang merupakan sebuah model statistik yang memberikan perkiraan perhitungan dari kekuatan hubungan hipotesis di antara variabel dalam sebuah model teoritis


Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa hasil uji validitas dari instrumen pengukuran implementasi e-learning pada kepuasan pengguna di politeknik negeri Banjarmasin mendapatkan nilai loading factor   di atas 0,5 terhadap konstruk yang dituju, hasil ini menunjukkan bahwa indikator yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah valid atau telah memenuhi convergent validity, selanjutnya berdasarkan uji reliabilitas menunjukan bahwa nilai composite reliability untuk semua konstruk adalah di atas 0,7 yang menunjukkan bahwa semua konstruk pada model yang diestimasi memenuhi kriteria discriminant validity. Nilai composite reliability yang terendah adalah sebesar 0,837 pada konstruk Kualitas Sistem, hal ini menunjukkan bahwa instrumen uji menunjukkan tingkat reliabilitas yang baik, atau dengan kata lain data hasil angket dapat dipercaya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

[1] R. Indonesia, “Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2O19 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” no. 009545, 2019.
[2] M. Pendidikan, D. A. N. Kebudayaan, and R. Indonesia, “PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI.,” pp. 2013–2015, 2013.
[3] M. P. Berlianto, “Anteseden dan Konsekuensi Kepuasan terhadap Penggunaan E-Learning pada Mahasiswa,” J. Ekon. dan Bisnis, vol. 20, no. 2, p. 229, 2017, doi: 10.24914/jeb.v20i2.1023.
[4] B. W. Surya and D. Makhmudin, “Kajian Perilaku Pengguna e-Learning dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model ( TAM ) ( Studi Kasus : e-learning Universitas Padjadjaran ),” vol. 13, no. 1, pp. 1–9, 2019.
[5] H. K. Yau and A. L. F. Cheng, “The influence of study mode on the confidence in using technology for learning: An empirical study in hong kong higher education,” Lect. Notes Eng. Comput. Sci., vol. 2203, pp. 909–911, 2013.
[6] V. Venkatesh and F. D. Davis, “Theoretical extension of the Technology Acceptance Model: Four longitudinal field studies,” Manage. Sci., vol. 46, no. 2, pp. 186–204, 2000, doi: 10.1287/mnsc.46.2.186.11926.
[7] A. Al-Swidi, S. M. R. Huque, M. H. Hafeez, and M. N. M. Shariff, “The role of subjective norms in theory of planned behavior in the context of organic food consumption,” Br. Food J., vol. 116, no. 10, pp. 1561–1580, 2014, doi: 10.1108/BFJ-05-2013-0105.
[8] S. J. Laskowski, “Improving the Usability & Accessibility of Voting Systems & Products.” 2015.
[9] F. D. Davis, “Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology,” MIS Q. Manag. Inf. Syst., vol. 13, no. 3, pp. 319–339, 1989, doi: 10.2307/249008.
[10] C. Adesina, A.A. & Ayo, “An Empirical Investigation of the Level of Users’ Acceptance of E - Banking in Nigeria,” J. Internet Bank. Commer., vol. 15, 2010.
[11] S. Y. Park, “An Analysis of the Technology Acceptance Model in Understanding University Students,” J. Educ. Technol. Soc., vol. 12, no. 3, 2009.
[12] R. L. Oliver, “A Cognitive Model of the Antecedents and Conseqences of Satisfaction Decisions,” J. Mark. Res., vol. 17, no. 4, 1980, doi: https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004.
[13] R. E. Anderson and S. S. Srinivasan, “E-Satisfaction and E-Loyalty: A Contingency Framework,” Psychol. Mark., vol. 20, no. 2, pp. 123–138, 2003, doi: 10.1002/mar.10063.
[14] Solimun, Structural Equation Modeling (SEM). Malang: Universitas Brawijaya, 2005.
[15] U. Sekaran, Reserch Methods for Business: A Skill Building Approach, edisi 4., John Willey & Sons. Jakarta: Salemba Empat, 2006.