PERBANDINGAN ANGGARAN BIAYA (RAB) PELAT LANTAI KONVENSIONAL DENGAN PELAT LANTAI KOMPOSIT (BONDEK)

  • Rinova Firman Cahyani Politeknik Negeri Banjarmasin
  • Aunur Rafik Politeknik Negeri Banjarmasin
  • Sahlan Hadi Politeknik Negeri Banjarmasin
Keywords: RAB, Pelat Lantai, Konvensional, Komposit, Bondek

Abstract

Penggunaan kayu/plywood untuk bekisting pada proses pengecoran pelat lantai konvensional dalam sudut pandang konstruksi dianggap memiliki beberapa kelemahan serta berdampak pada kerusakan ekosistem. Sehingga perlu dicari alternatif dan inovasi material lain yang memiliki keunggulan dan dapat mengurangi bahkan menggantikan penggunaan kayu pada pembangunan konstruksi. Produk material yang dimaksud adalah bondek yaitu jenis baja ringan berlapis galvanis dengan tekstur bergelombang yang rapi dan kokoh. Pada penelitian ini dibahas perbandingan biaya(RAB) pembangunan pelat lantai konvensional menggunakan bekisting kayu dengan biaya(RAB) pembangunan pelat lantai komposit menggunakan bekisting  bondek pada pembangunan Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah(BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru.

Berdasarkan shop drawing, data spesifikasi bahan, harga satuan bahan dan upah, serta referensi lainnya dibuat analisa harga satuan pekerjaan dengan mengacu pada standar Analisa Harga Satuan Pekerjaan SNI  Tahun 2016 dan Harga Satuan Bahan dan Upah Banjarbaru Tahun 2019 oleh Kementerian PUPR kemudian dilakukan perhitungan biaya(RAB) pembangunan pelat lantai. Menggunakan metode komparatif biaya(RAB) pembangunan biaya pelat lantai konvensional dibandingkan dengan biaya pembangunan pelat lantai komposit(bondek).

 Dari hasil perhitungan diperoleh biaya pembangunan pelat lantai konvensional sebesar Rp. 2.850.731.000,- dan biaya pembangunan pelat lantai komposit(bondek) sebesar Rp. 2.138. 501.000,- dengan selisih Rp. 230.230.000,- atau 24.98% lebih murah pelat lantai komposit(bondek).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asputra, T. (2016) ‘Analisa Perbandingan Plat Lantai Konvensional Dan Plat Komposit Bondek’, (1969), pp. 9–26.

Astanto, T. B. (2001) Konstruksi Beton Bertulang. Yogyakarta: Kanisius.

Busri, B., Rafie, R. and Nuh, S. M. (2018) ‘Analisis Perbandingan Papan Mal Dengan Bondek Terhadap Biaya Proyek’, JeLAST, 5(3), pp. 1–14. Available at: https://jurnal.untan.ac.id/index.php/JMHMS/article/view/30772.

Dewi, S. U. and Kusmila, W. (2018) 'Analisis Struktur Pelat Lantai Beton Konvensional dan Pelat Lantai Bondek(Gedung Kuliah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung)”, Jurnal TAPAK Vol. 18 No1 November 2018 Jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro. Available at: https://ojs.ummetro.ac.id/index/php/tapak/article/downloadSuppFile/815/75

Ervianto, W. I. (2007) ‘Komparasi Penerapan Plat Pracetak VS Konvensional Pada Bangunan Gedung Bertingkat’, Konferensi Nasional Pengembangan Infrastruktur Berkelanjutan. Available at: https://www.scribd.com/doc/71147728/Komparasi-Penerapan-Plat-Pracetak-vs-Konvensional.

Gazalba, Z. and Warka, I. G. P. (2020) ‘Analisis perbandingan rencana anggaran biaya (rab) pekerjaan pelat beton konvensional dan pelat beton boundeck’, Ganec Swara, 14(2), pp. 672–678. Available at: http://journal.unmasmataram.ac.id/index.php/GARA/article/view/151.

Ibrahim, B. (2001) Rencana dan Estimate Real of Cost. Cet. 3. Jakarta: Bumi Aksara.

K, N. A. (2014) 'Studi Perbandingan Penggunaan Teknologi Pelat Beton Konvensional Dan Pelat Beton Bondek Gedung Ball Room Universitas Muhammadiyah Makassar'. Universitas Hasanuddin Makassar. Available at: https://docplayer.info/35271803-Studi-perbandingan-penggunaan-teknologi-pelat-beton-konvensional-dan-pelat-beton-bondek-gedung-ball-room-universitas-muhammadiyah-makassar.html.

Rambe, M. R. (2018) ‘Perbandingan Biaya Pelaksanaan Pelat Beton Konvensional Dan Pelat Beton Boundeck Pada Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan’, LPPM UGN, 9(1A). Available at: https://jurnal.ugn.ac.id/index.php/jurnalLPPM/article/view/43.

Soeharto, I. (1995) Manajemen Proyek dari Konseptual Sampai Operasional. Jakarta: Erlangga.

Published
2021-06-21