KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN AC-WC DENGAN PENAMBAHAN BUBUK MAGNESIUM KARBONAT SEBAGAI BAHAN PENGISI
DOI:
https://doi.org/10.31961/gradasi.v8i2.2471Keywords:
AC-WC, Bubuk Magnesium Karbonat, Filler, MarshallAbstract
Lapisan AC-WC disebut sebagai lapisan aus karena berhubungan langsung dengan kendaraan dan cuaca serta memiliki ketebalan yang paling tipis dibandingkan lapisan lainnya. Untuk meningkatkan kualitas lapisan AC-WC, dapat dilakukan menggunakan material yang telah melalui tahap pengujian yaitu aspal, agregat, dan filler. Bubuk magnesium karbonat merupakan senyawa yang aman, efektif, dan ramah lingkungan untuk digunakan. Selain itu, bubuk magnesium karbonat memiliki beberapa kandungan senyawa kimia seperti magnesium oksida, kalsium oksida, silika, dan bijih besi yang dapat meningkatkan karakteristik suatu campuran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar aspal optimum (KAO), kadar filler optimum, dan pengaruh penambahan bubuk magnesium karbonat sebagai filler pada campuran AC-WC menggunakan metode pengujian Marshall sesuai dengan Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018 (Revisi 2). Pada penelitian ini, menggunakan variasi kadar aspal yaitu 5,52%, 6,52%, dan 7,52%, serta variasi kadar filler yaitu 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kadar aspal optimum (KAO) sebesar 6,40% dan kadar filler optimum yaitu sebesar 0,75%. Penambahan bubuk magnesium karbonat sebagai filler dapat meningkatkan nilai stabilitas, MQ, VIM, dan VMA, tetapi mengurangi nilai flow dan VFA pada campuran AC-WC. Sehingga bubuk magnesium karbonat dapat meningkatkan kekuatan pada perkerasan jalan. Namun, penambahan bubuk magnesium karbonat secara berlebihan dapat menyebabkan perkerasan jalan menjadi berongga dan mengalami kerusakan
Downloads
References
Ali, H. (2011). Karakteristik Campuran Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC) Dengan Penggunaan Abu Vulkanik Dan Abu Batu Sebagai Filler. 15(1).
Aprialdi, M. A., Ramadhan, M. F., Tias, R. G. A. N., & Nurlaela, R. S. (2023). Studi Literatur: Analisis Penggunaan Anti kempal (Anticacking Agent) Terhadap Karakteristik Produk Pangan Bertekstur Serbuk. Karimah Tauhid, 2(2), 394–406.
Direktorat Jenderal Bina Marga. (2018). Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018 (Revisi 2) Untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan Dan Jembatan. Edaran Dirjen Bina Marga Nomor 02/SE/Db/2018, Revisi 2, 1–1036.
IR. Hamirhan Saodang MSCE. (2005). Konstruksi Jalan Raya Buku 2 Perancangan Perkerasan Jalan Raya.
Kementerian PUPR. (2019). Perancangan Dan Pelaksanaan Campuran Beraspal Panas Bergradasi Menerus (Laston) Menggunakan Slag. Pedoman Bahan Konstruksi Bangunan Dan Rekayasa Sipil, September. https://binamarga.pu.go.id/uploads/files/718/pedoman-perancangan-dan-pelaksanaan-campuran-beraspal-panas-bergradasi-menerus-laston-menggunakan-slag.pdf
Mukhyarz. (2022). Analisis Faktor - Faktor Penyebab Kerusakan Jalan Pada Jalan Lingkungan Pemukiman Di Jalan By Pass Kota Rantau. 1–10.
Natasha, N. C., Irawan, J., Sulistiyono, E., Fariza, E. Y., & Rhamdani, A. R. (2019). Uji Karakteristik Magnesium Karbonat Sintetis Dari Mineral Dolomit. Seminar Nasional Sains Dan Teknologi, 16, 1–5.
Rupa, Y. K., Alpius, & Elizabeth. (2023). Pengaruh Serat Ijuk Pada Campuran AC-WC Dengan Menggunakan Batu Gunung Bulu Tajongi. Paulus Civil Engineering Journal, 5(2), 343–351. https://doi.org/10.52722/pcej.v5i2.644
Sholichin, I., & Sutama, D. A. (2019). Variations In The addition Of Polypropylene Fiber, Fly Ash And Immersion In Asphalt Mixtures On Stability And Flow. International Journal of Civil Engineering and Technology, 10(2), 2032–2039.
Sudarmadji, S., & Hamdi, H. (2014). Pengaruh Penggunaan Abu Vulkanik Sebagai Filler Terhadap Campuran Aspal Beton Lapis Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC). PILAR Jurnal Teknik SIpil, 10(2), 179–188.
Sukirman, S. (2010). Perencanaan Tebal Struktur Perkerasan Lentur. In Buku.
Sukirman, S. (2016). Beton Aspal Campuran Panas. In Granit Yayasan Obor Indonesia. (Vol. 53, Issue 9).
Tenrianjeng, A. T. (1999). Rekayasa Jalan Raya-2. In Universitas Gunadharma Jakarta (p. 5).
Utomo, N.-. (2019). Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa Sebagai Material Pengisi Pada Campuran Perkerasan Jalan. Jurnal Envirotek, 11(1), 59–65. https://doi.org/10.33005/envirotek.v11i1.1363
Waani, J. E. (2013). Evaluasi Volumetrik Marshall Campuran AC-BC (Studi Kasus Material Agregat di Manado dan Minahasa). Jurnal Teknik Sipil, 20(1), 67. https://doi.org/10.5614/jts.2013.20.1.8
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Muhammad Rizal Yasin Yasin, Ibnu Sholichin, Fithri Estikhamah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish in Jurnal Gradasi Teknik Sipil agree to the following terms:
- Publication rights for all journal manuscript materials published/published in this Jurnal Gradasi Teknik Sipil are held by the Editorial Board with the knowledge of the author (copyright remains with the author).
- The formal legal provisions for accessing digital articles in this electronic journal are subject to the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA) license, which means that the Jurnal Gradasi Teknik Sipil has the right to store, transfer media/format, manage in the form of a database, maintain, and publish articles without asking permission from the Author as long as the Author's name is included as the Copyright owner.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work .
- Printed and electronically issued/published manuscripts are open access for education, research and library purposes. Apart from these purposes, the editorial board is not responsible for violations of copyright laws




