ANALISIS PENGGUNAAN BAHAN LOKAL SEBAGAI LAPIS PONDASI AGREGAT SEMEN (CTB) KELAS B UNTUK PERKERASAN JALAN

Authors

  • Utami Sylvia Lestari Universitas Lambung Mangkurat
  • Yasruddin Universitas Lambung Mangkurat
  • Puguh Budi Prakoso Universitas Lambung Mangkurat
  • Markawie Universitas Lambung Mangkurat
  • Fauzi Rahman Universitas Lambung Mangkurat
  • Meuthia Rezqa Hidayaty Rahmah Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.31961/gradasi.v9i1.14585

Keywords:

Agregat Halus Lokal, CTB Kelas B, Gradasi Pasir, Kuat Tekan, Perkerasan Jalan

Abstract

Lapis Pondasi Agregat Semen (CTB) Kelas B adalah lapis pondasi bawah perkerasan jalan raya yang terletak di antara tanah dasar dan lapis pondasi. Lapis pondasi bawah memiliki fungsi sebagai pendukung lapisan perkerasan serta menyebarkan beban yang terjadi akibat roda kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan tekan Lapis Pondasi Agregat Semen (CTB) Kelas B menggunakan bahan lokal sebagai alternatif material untuk perkerasan jalan raya. Penelitian ini mengeksplorasi tiga jenis pasir lokal dari Kalimantan, yakni Pasir Barito, Pasir Palangka Raya, dan Pasir Liang Anggang, yang masing-masing memiliki gradasi berbeda yaitu agak halus, agak kasar, dan kasar. Metodologi penelitian mencakup pengujian karakteristik fisik pasir dan uji tekan CTB dengan berbagai proporsi campuran agregat halus dan kasar, untuk menentukan komposisi yang menghasilkan kekuatan optimal. Pengujian yang dilakukan yaitu uji kuat tekan dengan ketentuan nilai kuat tekan yang dihasilkan berkisar diantara 35 kg/cm2 – 45 kg/cm2.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa gradasi kasar memberikan kekuatan tekan tertinggi, dengan Pasir Liang Anggang mencapai nilai kuat tekan optimal pada komposisi agregat halus sebesar 45%. Kekuatan tekan CTB yang menggunakan pasir bergradasi kasar ini memenuhi spesifikasi CTB Kelas B dan Kelas A, menjadikannya material yang ekonomis dan efektif untuk konstruksi jalan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pasir lokal bergradasi kasar memiliki daya ikat yang kuat dalam campuran semen, sehingga dapat meningkatkan stabilitas dan durabilitas pondasi jalan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Standarisasi Nasional. (2011). Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder,SNI 1974-2011.

Badan Standarisasi Nasional. (2015). Spesifikasi agregat untuk lapis fondasi, lapis fondasi bawah dan bahu jalan.

Buli, E., Alpius, & Radjawane, L. E. (2022). Pemanfaatan Batu Sungai Karawa Kabupaten Pinrang Sebagai Agregat Campuran Laston Lapis Antara. Paulus Civil Engineering Journal, 4(2), 346–358. https://doi.org/10.52722/pcej.v4i2.498

Chen, H.-J., & Wu, C.-H. (2018). Influence of Aggregate Gradation on the Engineering Properties of Lightweight Aggregate Concrete. Applied Sciences, 8(8), 1324. https://doi.org/10.3390/app8081324

Darwis, F. (2022). Tinjauan Mutu Agregat Sirtu Sabatai Sebagai Material Lapis Pondasi Pada Perkerasan Jalan. Jurnal Teknik Silitek, 1(02), 145–155. https://doi.org/10.51135/jts.v1i02.26

Dirjen Bina Marga. (2020). Spesifikasi Umum 2018 Untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan. September, 1036.

Farida, I., & Hakim, G. N. (2021). Ketebalan Perkerasan Lentur Dengan Metode AASHTO 1993 Dan Manual Perkerasan Jalan 2017. Jurnal Teknik Sipil Cendekia (Jtsc), 2(1), 59–68. https://doi.org/10.51988/vol1no1bulanjulitahun2020.v2i1.30

Gao, F., Ji, Y., Xue, Q., Xu, Z., & Zhou, Y. (2020). Gradation Effect of Cleaned Quarry Waste to Improve Size Distributions of Concrete Constituents. Structural Concrete, 22(S1). https://doi.org/10.1002/suco.201900457

Ks, R. L., & Suhendra, S. (2018). Pengaruh Variasi Gradasi Pada Agregat Terhadap Nilai Kuat Tekan Cement Treated Base (CTB). Jurnal Talenta Sipil, 1(2), 80. https://doi.org/10.33087/talentasipil. v1i2.11

Lubis, L. R. (2023). Analisis Kerusakan Perkerasan Jalan Menggunakan Metode PCI di Sematang Borang Palembang. 13(1), 36–44.

Nusantoro, A., & Alami, N. (2018). Analisis Kekuatan Cement Treated Base ( CTB ) dengan Bahan Tambah Zat Aditif Menggunakan Variasi Kandungan Tanah. 30–38.

Pemerintah Indonesia. (2022). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan. In Pemerintah Indonesia (Nomor 134229, hal. 77).

Prasetia, I., & Krasna, W. A. (2020). Kajian Pemanfaatan Agregat Lokal Kalimantan Selatan Sebagai Material Perancangan Beton Normal. Buletin Profesi Insinyur, 3(2), 77–82. https://doi.org/10.20527/bpi.v3i2.71

Prasetiyo, H., Poernomo, Y., & Iwan, A. (2020). Studi Perencanaan Perkerasan Lentur Dan Rencana Anggaran Biaya (Pada Proyek Ruas Jalan Karangtalun – Kalidawir Kabupaten Tulungagung). Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil, 3, 347. https://doi.org/10.30737/ jurmateks.v3i2.1187

Sanjaya, F. A., Wasono, S. B., & Wulandari, D. A. (2021). Analysis of Use Sea Sand as a Fine Aggregate Replacement to Strong Press Concrete. International Journal of Engineering Science and Information Technology, 1(3), 1–6. https://doi.org/10.52088/ijesty.v1i3.77

Yin, J., Zhang, J., Wang, T., Wang, W., & Ren, X. (2015). Mechanical Properties Optimization of Resin Mineral Composite for Machine Tool Bed. Journal of Reinforced Plastics and Composites, 34(4), 329–340. https://doi.org/10.1177/ 0731684415571781

Published

2025-06-30