• Syf. Umi Kalsum Politeknik Negeri Ketapang
  • Betti Ses Eka Polonia Politeknik Negeri Ketapang
  • Hurul 'Ain Politeknik Negeri Ketapang



Waste Glass, Concrete, Compressive strength


Recycling is one way that is used to minimize the amount of waste that exists. Recycling is also a process to reduce the use of new raw materials, reduce energy use, reduce pollution, land degradation and greenhouse gas emissions. Materials that can be recycled consist of waste of glass, plastic, paper, metal, textiles and electronic goods. Glass has characteristics suitable as concrete aggregates, considering that glass is a material that does not absorb water. In addition, glass has high abrasion resistance. Meanwhile, the waste glass flux lowers the temperature to the temperature at which the formers will melt. Stabilizers in glass waste are made of calcium carbonate, which makes the glass waste solid and water-resistant. This glass waste is recycled by mixing it into the concrete mix. The recycling method is done by pounding the glass and putting it into the concrete mix stage. The purpose of mixing the glass waste is expected to increase the compressive strength of concrete. The use of glass waste as a mixed material affects the compressive strength of the concrete. The concrete with the most inferior to highest compressive strength is 4% variation concrete, 2% variation concrete, and traditional concrete. Optimal percentage addition of glass waste impacts on maximum concrete compressive strength is 2% mixture variation which obtained 11,88 Mpa & 11,32 Mpa.


Download data is not yet available.


Diawarman, D., Mulyadi, A., & Ricih, R. (2018). Analisis pengaruh penambahan limbah pecahan kaca terhadap campuran beton mutu k-175. Jurnal Teknik Sipil, 8(1), 6-12.

Djamin, S. T., & Budianto, J. (2020). Pengaruh penambahan limbah kaca 12%, 15%, dan 18% terhadap kuat tekan beton effect of additional 12%, 15% and 18% glass waste on the strength of concrete press (Doctoral dissertation, University Technology Yogyakarta).

Kamajaya Asrul, P. (2021). Pemanfaatan Limbah Botol Kaca Dan Limbah Keramik Sebagai Substitusi Agregat Kasar Pada Kuat Tekan Beton (Doctoral dissertation, Universitas Bosowa).

Karwur, H.Y., Tenda, R., Wallah, S.E., & Windah, R.S. (2013). Kuat tekan Beton dengan Bahan Tambah Serbuk Kaca sebagai Substitusi Parsial Semen. Jurnal Sipil Statik 1(4).

Marhendi, T., & Yusup, F. (2017). Pemanfaatan Limbah Kaca dan Abu Sekam Padi sebagai Powder pada Self Compacting Concrete (Beton Memadat Sendiri). Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto), 17(2), 67-72.

Nasional, B. S. (2000). Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. SK SNI, 3, 2834-2000.

Nicolaas, S., Rumbayan, R., & Maleke, M. (2019). Pengaruh Penambahan Limbah Kaca Terhadap Perilaku Mekanis Beton. Jurnal Teknik Sipil Terapan, 1(2), 11-21.

Olii, M. R., Poe, I. E., Ichsan, I., & Olii, A. (2021). Limbah kaca sebagai penganti sebagian agregat halus untuk beton ramah lingkungan. TERAS JURNAL-Jurnal Teknik Sipil, 11(1), 113-124.

Suhartini, A., Gunarti, S., Setyowati, A., & Hasan, A. (2014). Pengaruh Penambahan Tumbukan Limbah Botol Kaca Sebagai Bahan Subtitusi Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Beton. Bentang, 2(1), 262529.

Tri, N. (2019). Studi eksperimental pengaruh penggunaan limbah kaca sebagai pengganti agregat kasar terhadap kuat tekan beton (Doctoral dissertation, Universitas Andalas).

Wijaya, V. D. (2015). Pengaruh Serbuk Kaca sebagai Substitusi Sebagian Agregat Halus dan sebagai Filler terhadap Sifat Mekanik Beton (Doctoral dissertation, UAJY). Wijaya, V. D. (2015). Pengaruh Serbuk Kaca sebagai Substitusi Sebagian Agregat Halus dan sebagai Filler terhadap Sifat Mekanik Beton (Doctoral dissertation, UAJY).

Windah, R. S. (2013). Kuat tekan beton dengan bahan tambah serbuk kaca sebagai substitusi parsial semen. Jurnal Sipil Statik, 1(4).