PENGARUH GROUTING TERHADAP NILAI LUGEON PADA BATUAN DASAR PONDASI BENDUNGAN TAPIN
DOI:
https://doi.org/10.31961/gradasi.v5i2.1186Keywords:
Bendungan, Nilai Lugeon, efektifitas GroutingAbstract
Bendungan merupakan bangunan air yang dibangun melintang sungai untuk meninggikan elevasi muka air. Salah satu bangunan konstruksi Bendungan adalah Maindam, Fungsi dari konstruksi maindam adalah sebagai tempat penampungan air Bendungan. Oleh karena itu bendungan harus memiliki pondasi yang kedap air agar tidak terjadi rembesan atau kebocoran.
Injeksi semen bertekanan (grouting) adalah proses di mana suatu cairan diinjeksikan dengan tekanan sesuai uji tekanan air ke dalam rongga, rekah dan retakan batuan/tanah, yang mana cairan tersebut dalam waktu tertentu akan menjadi padat secara fisika maupun kimiawi. Setelah dilakukan test grouting kemudian dilakukan perhitungan nilai luegon untuk mengetahui efektifitas grouting yang dinyatakan dalam %.
Pekerjaan pemboran dan grouting pada area maindam Bendungan Tapin dilaksanakan dengan jumlah titik sebanyak 1350 yang dibagi kedalam 12 blok. Dari hasil pekerjaan cek hole untuk pekerjaan grouting maindam kiri untuk 6 blok memiliki angka Lugeon rerata 2.46. Pada pekerjaan grouting di maindam kanan, setelah dilakukan pekerjaan Cek Hole 6 blok didapatkan angka Lugeon rerata 1.18. Hasil perhitungan efektifitas grouting pada zona inti di area maindam didapatkan nilai efektifitas grouting yang diperoleh pada angka 74.38. Angka tersebut dimasukkan kedalam tabel pengaruh Efektifitas grouting masuk kedalam kategoti baik. Kategori tersebut telah menunjukkan bahwa grouting telah berhasil dilaksanakan
Downloads
References
Cedegren.H.R, 1967, Seepage, Drainage, and Flow Nets, John Wiley and Sons, New York
Kementrian Pekerjaan Umum, Ditjen SDA, Direktorat Sungai. Danau dan Waduk, 2005, Pedoman Grouting Untuk Bendungan.
Murdani, 2014, Metode Grouting untuk Meningkatkan daya dukung tanah di Bangunan Statiun Pompa Drainase Sibulan, Pekalongan Jawa Tengah, Geological Engineering E-Journal, Vol 5, No.2, pp 494-507, Jul. 2014
Pangesti, D.R. 2005. Pedoman Grouting untuk Bendungan. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Sungai dan Waduk.
Sanyoto.P dan Heryanto.R, 1994, Geologi Regional Lembar Amuntai Kalimantan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.
SNI 2411-2008, Cara uji kelulusan air bertekanan di lapangan
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 M. Amril asy'ari, Rachmat Hidayatullah, Dessy Lestari.S, Selo Bhuwono Kahar, Maharto Kristiyono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish in Jurnal Gradasi Teknik Sipil agree to the following terms:
- Publication rights for all journal manuscript materials published/published in this Jurnal Gradasi Teknik Sipil are held by the Editorial Board with the knowledge of the author (copyright remains with the author).
- The formal legal provisions for accessing digital articles in this electronic journal are subject to the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike (CC BY-NC-SA) license, which means that the Jurnal Gradasi Teknik Sipil has the right to store, transfer media/format, manage in the form of a database, maintain, and publish articles without asking permission from the Author as long as the Author's name is included as the Copyright owner.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work .
- Printed and electronically issued/published manuscripts are open access for education, research and library purposes. Apart from these purposes, the editorial board is not responsible for violations of copyright laws




