VARIASI PERSENTASE ABU BATU TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL DALAM CAMPURAN HRS BASE

  • Muchtar Salim Politeknik Negeri Banjarmasin
  • Hadi Gunawan Politeknik Negeri Banjarmasin
Keywords: HRS-Base, Filler, Abu Batu, Propertis Marshall

Abstract

Abu batu terdiri dari butiran-butiran halus dan gradasi yang memenuhi persyaratan gradasi untuk aggregat halus dan filler. fungsi filler adalah untuk mengisi rongga dalam campuran, dan meningkatkan stabilitas dari campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penggunaan abu batu sebagai filler dalam campuran HRS-Base terhadap properties Marshall. Penelitian dilakukan dengan membuat Design mix formula (DMF) untuk mendapatkan Kasar Aspal Optimum (KOA). Menggunakan KOA yang telah didapat, kemudian persentase bahan filler abu batu divariasi sebanyak 1%, 1,5% dan 2%, 2,5% dan 3%. Penambahan filler abu batu dari 1% sampai 3 % meningkatkan nilai stabilitas, rongga terisi apal, dan Marshall Qoutient yaitu masing-masing dari 883,45 kg menjadi1121,66 kg, 69,66 % menjadi 72,68 %, dan 266,10 kg/mm menjadi 299,91 kg/mm dan nilai rongga dalam campuran dan nilai rongga dalam agregat (VMA) mengalami penurunan masing-masing yaitu dari 5,57 % menjadi 4,79 % dan dari 18,36 % menjadi 17,53%. Hasil penelitian menunjukan nilai stabilitas, nilai rongga terisi aspal dan nilai Marshall Qoutient meningkat bersamaan meningkatnya kandungan filler abu batu dalam campuran HRS – Base. Sedangkan nilai rongga dalam campuran dan rongga dalam agregat (VMA) menurun saat kandungan filler abu batu meningkat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ator, Praesillia Christien, J. E. Waani, dan O. H. Kaseke (2015), “Pengaruh Variasi Kandungan Bahan Pengisi Terhadap Kriteria Marshall Pada Campuran Lapis Aspal Beton-Lapis Antara Bergradasi Halus”. Jurnal Sipil Statik, Vol.3 No.12

Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah (2004), Pekerjaan Campuran Beraspal Panas, Direktorat Jenderal Prasarana Wilayah, Jakarta.

Hamzah, Risky Aynin, Oscar H. Kaseke, dan Mecky M. Manoppo (2016), “Pengaruh Variasi Kandungan Bahan Pengisi Terhadap Kriteria Marshall Pada Campuran Beraspal Panas Jenis Lapis Tipis Aspal Beton – Lapis Aus Gradasi Senjang”. Jurnal Sipil Statik, Vol.4 No.7

Handayani, Fitria, (2019), Manfaat Limbah Abu Batu Sebagai Tambahan Material Bahan Bangunan, Seminar Nasional Tahunan VI Program Studi Magister Teknik Sipil ULM, Banjarmasin.

Jonizar, Nadia Khaira Ardi dan Dian Hastari Agustina (2015), Pengaruh Penggunaan Abu Batu Dan Semen Portland Sebagai Filler Tambahan Terhadap Sifat Campuran Asphalt Concrete - Binder Course (AC-BC), Prosiding 2nd Andalas Civil Engineering National Conference; Padang.

Jaelani, Akhmad, Eding Iskak Imananto dan Agus Prajitno (2019), Studi Penelitian Pemanfaatan Lumpur Lapindo sebagai Filler Kombinasi Abu Batu Pada Beton Aspal (AC-WC), jurnal sondir, 2019, volume 1.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2018), Spesifikasi Umum 2018 Untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan Dan Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga, Jakarta.

Papagiannakis, A., T. and E. A. Masad (2008), Pavement design and Materials, John Wiley & Sons, Inc., New Jersey.

Putra, Aidil, Rika Sylviana, dan Anita Setyowati Srie Gunarti (2015), “Perbandingan Filler Pasir Laut dengan Abu Batu Pada Campuran Panas Asphalt Trade Binder untuk Perkerasan Lentur dengan Lalu Lintas Tingi”. Jurnal BENTANG Vol.3 No. 2

Read, John., and David Whiteoak (2003), The Shell Bitumen Handbook, Thomas Telford Publishing, London.

Sukirman, Silvia (2003), Beton Aspal Campuran Panas, Granit, Jakarta

Suprapto, Tm. (2004), Bahan Dan Struktur Jalan Raya, KMTS FT UGM, Yogyakarta.

Winayati dan Fadrizal Lubis (2018), “Analisis Karakteristik Marshall Campuran AC-BC Menggunakan Filler Abu Tandan Sawit dan Abu Batu”. Jurnal Teknik Sipil Siklus, Vol. 4, No. 1

Published
2021-12-23