Perbandingan Perhitungan Luas Tanah antara Metode Trilaterasi Segitiga dengan Metode Koordinat

  • Riska Hawinuti
  • Muhammad Fauzi
  • Rifanie Gazalie

Abstract

Kesadaran pemilik lahan untuk melindungi status kepemilikannya terhadap ketidakcocokan keadaan bidang tanah lapangan dengan data yang ada di dokumen sertifikat mengakibatkan meningkatnya kebutuhan pengukuran ulang lahan. Penggunaan alat dengan akurasi rendah dan metode yang kurang tepat menyebabkan data luas lahan yang dihasilkan menjadi kurang akurat. Hal ini menyebabkan kebingungan pada pemilik lahan maupun pemilik lahan disekitarnya. Sehingga perlunya data pembanding antara dua alat ukur berbeda dengan metode berbeda untuk memperkaya data perhitungan luas tersebut.


Tujuan penelitian ini adalah menghitung luas lahan Gedung Pejuang Veteran Banjarmasin dengan Metode Trilaterasi (pendekatan luasan segitiga dengan ketiga sisi diketahui)  menggunakan Pesawat Penyipat Datar (PPD) dan dengan Metode Koordinat menggunakan GPS. Hasil perhitungan tersebut akan dibandingkan dengan data resmi luas lahan yang diperoleh dari BPN.


Pengukuran dengan PPD diperoleh luasan sebesar 10.025,476 M2 dan dengan GPS sebesar 10.100,720 M2 dimana luas resmi lahan adalah 11.183 M2. Sehingga diperoleh persentase terhadap luas resmi berturut-turut sebesar 89,65 % dengan pengukuran menggunakan PPD dan sebesar 90,32 % dengan pengukuran menggunakan GPS. Berdasarkan hasil diatas, penggunaan kedua alat tersebut kurang disarankan untuk pengukuran luas lahan secara teliti serta perlunya memastikan batas tanah akurat di lapangan sebelum pengukuran.


Abstract


The awareness of land owners to protect their ownership status against the mismatch condition between land percil and the data in the documents resulted the increasing need for land re-measurement. Using tools with low accuracy and improper methods causes the result of land area data less accurated. This causes confusion among land owner and its nearby. The data comparisons are needed between two different measuring instruments with different methods to enrich the area calculation data its self.


This research aims to calculate the land area of ​​the Pejuang Veteran Banjarmasin Building with the Trilateration Method using an Automatic Level and the Coordinate Method using GPS. The results of these calculations will be compared with official land area data obtained from National Land Agency.


Measurement with Automatic Level obtained an area of 10.025,476 M2 and with GPS is 10.100,720 M2 where the official land area is 11.183 M2. The percentage amount between the official area versus Automatic Level and GPS consecutively are 89,65 % and 90,32 %. Based on that results, the use of these tools is less recommended to detailed land measurement and its important to ensure accurate percil boundaries in the field before measurement.

References

Aji, Seno. 2014. Kajian Penentuan Luas Tanah dengan Berbagai Metode. Agri-tek Volume 15 nomor 2, September 2014.(http://www.unmermadiun.ac.id/repository_jurnal_penelitian/Jurnal%20Agritek/Jurnal%20Agritek%202014/September/5.%20%20Seno%20adji%20hal%2048%20-%2058.pdf, diakses tanggal 15 Mei 2020).
Alivah. Dkk. 2016. Penentuan Luas Lahan dengan Bantuan Google Earth. Prosiding Seminar Nasional 3rd CGISE dan FIT ISI 2016. Departemen Teknik Geodesi-Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. (https://www.researchgate.net/publication/309608334_Penentuan_Luas_Lahan_dengan_Bantuan_Google_Earth, diakses tanggal 15 Mei 2020).
Autodesk overview. What is Autocad. (https://www.autodesk.com/products/autocad/overview, diakses tanggal 21 Mei 2020).
Badan Standardisasi Nasional. 2002. Standar Nasional Indonesia 19-6724-2002: Jaring Kontrol Horizontal. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
Devi. Dkk. 2016. Penentuan Luas Lahan Datar dengan Metode Pendekatan Lingkaran Berbasis Google Earth/Google Maps. SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNS-November 2016 (http://ejurnal.mercubuana-yogya.ac.id/index.php/mercumatika/article/view/606/0, diakses tanggal 25 Mei 2020).
Hadiman. 1989. Pengukuran Trilaterasi dengan Metode Kondisi. Media Teknik No. 2 Tahun XI April 1989-Juli 1989. (http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/download.php?dataId=5036, diakses tanggal 03 Mei 2020).
Nugroho, Tanjung. 2014. Pembuatan Gambar Ukur dan Pengembalian Batas. Cetakan 2. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional. Yogyakarta.
Padiya. 2015. Bahan Ajar Matematika: Rumus-rumus Segitiga. (https://www.slideshare.net/ronaldvalther/16309407-rumusrumussegitiga, diakses tanggal 15 Mei 2020)
Purnomo, Dwi. 2013. Trigonometri-Ilmu Ukur Sudut. Program Studi Pendidikan Matematika Ikip Budi Utomo Malang. Malang.
Purwaamijaja, Iskandar Muda. 2008. Teknik Survey dan Pemetaan Jilid 2 untuk SMK. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Depdiknas. Jakarta.
Purwaamijaja, Iskandar Muda. 2008. Teknik Survey dan Pemetaan Jilid 1 untuk SMK. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Depdiknas. Jakarta.
Sutardi, Idi. 2007. Ilmu Ukur Tanah. Teknik Pertambangan dan Perminyakan. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Tribhuwana, Awliya. 2018. Perbandingan Pengukuran Luas Area Antara Theodolit Dan Global Positioning System (GPS). LOGIKA, Desember 2018, XXII (3): 58-64 (http://jurnal.unswagati.ac.id/index.php/logika/article/download/2019/1266, diakses tanggal 20 Juni 2020).
Universitas Pendidikan Indonesia. Bahan Belajar Mandiri 2: Segi Banyak. (http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-MODES/GEOMETRI_DAN_PENGUKURAN/BBM_2.pdf, diakses tanggal 15 Mei 2020).
Published
2020-12-21
How to Cite
HAWINUTI, Riska; FAUZI, Muhammad; GAZALIE, Rifanie. Perbandingan Perhitungan Luas Tanah antara Metode Trilaterasi Segitiga dengan Metode Koordinat. Jurnal Gradasi Teknik Sipil, [S.l.], v. 4, n. 2, p. 46-58, dec. 2020. ISSN 2598-8581. Available at: <https://ejurnal.poliban.ac.id/index.php/Teknik_Sipil/article/view/1029>. Date accessed: 28 jan. 2021. doi: https://doi.org/10.31961/gradasi.v4i2.1029.