PENGARUH JENIS PENDINGIN DAN PENAMBAHAN KIPAS PADA RADIATOR TERHADAP SUHU KERJA MESIN YAMAHA AEROX

Isi Artikel Utama

Adianus Adianus
Misbachudin
A'yan Sabitah

Abstrak

Sistem pendinginan berfungsi sebagai absorber panas yang dihasilkan oleh mesin yang berasal dari proses pembakaran dalam silinder. Penelitian mengenai pengaruh variasi jenis coolant dan penambahan kipas pada radiator terhadap suhu kerja mesin Yamaha Aerox, dalam konteks ini, peneliti akan melakukan pengujian dengan berbagai jenis coolant dan penambahan kipas untuk mengukur suhu kerja mesin. misalnya, peneliti dapat mendeskripsikan karakteristik suhu kerja mesin dengan berbagai jenis coolant yang digunakan. suhu radiator yang paling rendah adalah saat menggunakan coolant dengan kandungan etina glikol 50/50 yaitu 70°C pada hasil dengan menambah extra fan (kipas) pada setiap variasi coolant mengalami penurunan. Lalu untuk suhu paling rendah ada di kandungan etina glikol 40/60 yaitu 60,7°C untuk suhu di blok mesin tanpa kipas paling dingin yaitu pada kandungan 50/50 di 57,6°C dan kipas menyala tetap 50/50 di 53,3°C

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Adianus, A., Misbachudin, & Sabitah, A. (2025). PENGARUH JENIS PENDINGIN DAN PENAMBAHAN KIPAS PADA RADIATOR TERHADAP SUHU KERJA MESIN YAMAHA AEROX . Jurnal Manufaktur, Otomotif, Energi Dan Material, 1(1), 40–49. Diambil dari https://ejurnal.poliban.ac.id/index.php/manometer/article/view/15236
Bagian
Articles