Identifikasi Geospasial Cuaca dan Kelembapan Terhadap Penyebaran Virus COVID-19 Menggunakan Sistem Informasi Geografis Provinsi Kalimantan Selatan

Main Article Content

Faris Ade Irawan
Henyningtyas Suhel
Arif Eko Wibawanto

Abstract

Provinsi Kalimantan Selatan termasuk wilayah yang beriklim tropis. Suhu rata-rata selama tahun 2019 sebesar 27,2 oC. Suhu tertinggi mencapai 37,1oC pada bulan Oktober 2019. Rata-rata kelembapan udara selama tahun 2019 adalah sebesar 80%, dengan kelembapan udara tertinggi berada pada bulan Desember 2019 yaitu sebesar 87,0%. Perkembangan kasus covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) tergolong cepat. Terhitung tiga minggu sejak kasus pertama diumumkan Tim Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian, dan Penanganan (P3) covid-19 pada 22 Maret 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melakukan pengujian dan identifikasi hipotesis dari jurnal yang sebelumnya melalui pendekatan analisis geospasial dengan dua variabel cuaca dan kelembapan terhadap penyebaran virus covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan dengan memperhatikan faktor-faktor pendukung seperti keadaan topografi Kalimantan Selatan dengan memanfaatakan teknologi Sistem Informasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus positif covid-19 meningkat secara signifikan dibulan mei-juli dengan akumulasi sebanyak 2930 orang yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Suhu yang dihasilkan pada bulan tersebut berkisar (30ºC-33ºC) dan kelembapan  yang dihasilkan pada bulan tersebut berkisar (77-87%), kemudian hasil uraian identifikasi terhadap hipotesis bahwa pernyataan dari keempat hipotesis tersebut tiga ditolak dan satu diterima.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Artikel
Author Biographies

Faris Ade Irawan, Politeknik Negeri Banjarmasin

Program Studi D3 Teknik Geodesi

Henyningtyas Suhel, Politeknik Negeri Banjarmasin

Program Studi D3 Teknik Geodesi

Arif Eko Wibawanto, Politeknik Negeri Banjarmasin

Jurusan Sipil

Program Studi D3-Geodesi

References

[1] Rongmeng jiang et. al. .2020. "Interpretation of the diagnosis and treatment plan of Corona Virus Disease 2019 (tentative fifth revised edition)". Global Health Journal.China.
[2] Rommy Pujianto. 2020." Pengaruh Cuaca dan Iklim terhadap Penyebaran Covid 19".https://mediaindonesia.com/read/detail/302218-pengaruh-cuaca-dan-iklim-terhadap-penyebaran-covid-19.
[3] Kiki, 2020. "3 Minggu Sejak Kasus Pertama, Pasien Positif covid-19 di Kalsel Capai 29 Orang". https://kanalkalimantan.com/breaking-news-3-minggu-sejak-kasus-pertama-pasien-positif-covid-19-di-kalsel-capai-29-orang/
[4] Badan Pusat Statistik. 2020." Provinsi Kalimantan Selatan Dalam Angka, 2020".Kalimantan Selatan.
[5] Sajadi et. al. 2020." Temperature, humidity, and latitude analysis to predict potential spread and seasonality for COVID-19". University of Maryland School of Medicine, Baltimore, USA.
[6] Araujo Miguel B., Niami Babak. 2020. “Spread of SARS-CoV-2 Coronavirus likely constrained by climate”, Madrid, Spain.
[7] Bannister - Tyrrell et. al. 2020. "Preliminary evidence that higher temperatures are associated with lower incidence of COVID-19, for cases reported globally up to 29th February 2020", Australia.
[8] Wei Luo et. al. 2020. " The role of absolute humidity on transmission rates of the covid-19 outbreak". Computational Health Informatics Program, Boston Children’s Hospital. Boston MA 02215.