Studi Pengaruh Pendinginan Terhadap Udara Performa Panel Surya Dengan Beban Lampu Led

Main Article Content

Pathur Razi Ansyah
Gunawan Rudi Cahyono
Muhammad Muntaha
Joni Riadi

Abstract

Pemanfaatan panel surya sebagai pembagkit listrik sudah sangat populer beberapa tahun belakangan. Potensi surya yang mereta diberbagai daerah di Indonesia sehingga pemerintah Indonesia mencanangkan pembangkit listrik pada tahun 2050 didominasi oleh PLT Surya, PLT Biomasa, dan PLT Air. Pengembangan PLTS tidak terlepas dari komponen panel surya. Permasalahan panel surya yang sering muncul adalah ketika temperatur panel meningkat maka effisiensi panel surya menurun sehingga diperlukan media pendingin. Pada penelitian ini, eksperimen terhadap pengaruh pendingin udara terhadap temperatur permukaan panel dengan memanfaatkan kotak pendingin dan rangkaian panel surya disatukan dengan beban lampu LED 12 V. Hasil ekperimen menunjukkan bahwa pendingin media udara dengan kecepatan 5 m/s dapat menurunkan temperatur panel sebesar 21%, meningkatkan daya keluaran dan efisiensi listrik masing-masing sebesar 7-10% dan 0.3%. Semakin tinggi kecepatan udara pendinginan panel, maka temperatur permukaan panel semakin turun. Semakin tinggi temperature permukaan panel maka semakin renda daya keluaran dan efisiesi listrik panel surya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Artikel

References

[1] Tim Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, “Indonesia Energy Out Look 2019,” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2019.
[2] M. Benghanem, A. A. Al-Mashraqi, and K. O. Daffallah, “Performance of solar cells using thermoelectric module in hot sites,” Renew. Energy, vol. 89, pp. 51–59, 2016.
[3] H. M. S. Bahaidarah, “Experimental performance evaluation and modeling of jet impingement cooling for thermal management of photovoltaics,” Sol. Energy, vol. 135, pp. 605–617, 2016.
[4] M. . Loegimin, B. Sumantri, M. A. B. Nugroho, Hasnira, and N. A. Windarko, “Sistem Pendinginan Air Untuk Panel Surya Dengan Metode Fuzzy Logic,” J. Integr., vol. 12, no. 1, pp. 21–30, 2020.
[5] F. Schiro, A. Benato, A. Stoppato, and N. Destro, “Improving photovoltaics efficiency by water cooling: Modelling and experimental approach,” Energy, vol. 137, pp. 798–810, 2017.
[6] M. Sardarabadi, M. Passandideh-Fard, M. J. Maghrebi, and M. Ghazikhani, “Experimental study of using both ZnO/ water nanofluid and phase change material (PCM) in photovoltaic thermal systems,” Sol. Energy Mater. Sol. Cells, vol. 161, no. November 2016, pp. 62–69, 2017.
[7] C. A. Matias, L. M. Santos, A. J. Alves, and W. P. Calixto, “Increasing photovoltaic panel power through water cooling technique,” Trans. Environ. Electr. Eng., vol. 2, no. 1, 2017.
[8] Z. A. Haidar, J. Orfi, and Z. Kaneesamkandi, “Experimental investigation of evaporative cooling for enhancing photovoltaic panels efficiency,” Results Phys., vol. 11, no. October, pp. 690–697, 2018.
[9] M. R. Maghami, H. Hizam, C. Gomes, M. A. Radzi, M. I. Rezadad, and S. Hajighorbani, “Power loss due to soiling on solar panel: A review,” Renew. Sustain. Energy Rev., vol. 59, pp. 1307–1316, 2016.
[10] I. B. G. Widiantara and N. Sugiartha, “Pengaruh Penggunaan Pendingin Air Terhadap Output Panel Surya Pada Sistem Tertutup,” Matrix J. Manaj. Teknol. dan Inform., vol. 9, no. 3, pp. 110–115, 2019.
[11] M. Munthaha, G. R. Cahyono, and P. R. Ansyah, “Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Panel Surya,” Poros Tek., vol. 12, no. 1, pp. 29–34, 2020.