Perbandingan Perhitungan Luas Tanah Poliban dengan Metode Perhitungan Segitiga dan Metode Perhitungan Koordinat

Main Article Content

Riska Hawinuti

Abstract

Bermacam cara untuk melakukan perhitungan luasan bidang tanah, dikombinasikan dengan metode, peralatan dan sumberdaya manusia yang tepat akan menghasilkan perhitungan yang mendekati ukuran aslinya. Penggunaan alat dengan akurasi rendah dalam hal ini adalah peralatan manual menyebabkan data luas lahan yang dihasilkan menjadi kurang akurat. Hal ini menyebabkan kebingungan pada pemilik lahan maupun pemilik lahan disekitarnya. Sehingga perlunya data pembanding antara dua alat ukur berbeda dengan metode berbeda untuk memperkaya data perhitungan luas tersebut.


Pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengukuran lapangan dengan dua alat dan dua metode berbeda, dimana hasilnya akan dibandingkan dengan perhitungan resmi yang telah dikeluarkan BPN. Alat dan metodenya adalah Theodolit Digital dengan metode perhitungan Luas Segitiga dan GPS Handhelds dengan metode perhitungan Koordinat.


Luas tanah Politeknik Negeri Banjarmasin yang menjadi patokan sesuai data resmi adalah 65.098 M2. Hasil perhitungan luas dengan menggunakan Metode Perhitungan Segitiga adalah 65.916,533 M2 dengan persentase 101,271 % (+1,271 %); luas dengan Metode Perhitungan Koordinat adalah 64.513,5 M2 dengan persentase 99,116 % (-0,884%).

Article Details

How to Cite
HAWINUTI, Riska. Perbandingan Perhitungan Luas Tanah Poliban dengan Metode Perhitungan Segitiga dan Metode Perhitungan Koordinat. POROS TEKNIK, [S.l.], v. 12, n. 1, p. 17-28, june 2020. ISSN 2442-7764. Available at: <https://ejurnal.poliban.ac.id/index.php/porosteknik/article/view/915>. Date accessed: 30 oct. 2020. doi: https://doi.org/10.31961/porosteknik.v12i1.915.
Section
Artikel

References

[1] A. Tribhuwana, “Perbandingan Pengukuran Luas Area Antara Theodolit dan Global Positioning System (GPS)", LOGIKA, Vol. XXII (3): 58-64, Desember 2018.
[2] S. Aji, “Kajian Penentuan Luas Tanah dengan Berbagai Metode,” Agri-tek Vol.15 no.2, Sept 2014.
[3] Y.P. Kusumawardhana, “Pembaruan Peta dan Sign Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang,” Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. 2015.
[4] K. I. Santoso dan M. N. Rais, “Implementasi Sistem Informasi Geografis Daerah Pariwisata Kabupaten Temanggung Berbasis Android dengan Global Positioning System (GPS),” Scientific Journal of Informatics, Vol. 2, No.1 Mei 2015.
[5] n.d, “ Menerapkan Pengukuran Secara Digital,” dalam Buku Teks Bahan Ajar Siswa Paket Keahlian: Teknik Inventarisir dan Pemetaan Hutan, Pengukuran dan Pemetaan Digital. Edisi 1, Jakarta, Indonesia, 2018. Bab 2, bagian 3 hal.38-39.
[6] n.d, “Teknik Pengoperasian Alat Sipat Ruang (Theodolit),” dalam Surveying 1. Edisi 1, Bandung, Indonesia, 2012. Bab 2, bagian 1, hal.20-22.
[7] D. Purnomo, “Dalil-Dalil Dalam Segitiga,” dalam Trigonometri. Edisi 1, Malang, Indonesia, 2013. Bab 3, bagian 1-5, hal.50-64.
[8] E.N. Alivah, A. Setiawan, E. Sediyono, “Penentuan Luas Lahan dengan Bantuan Google Earth,” Seminar Nasional 3rd CGISE dan FIT ISI 2016. Oktober 2016.