Pemanfaatan Limbah Perusahaan Daerah (Cangkang Ale-Ale, Kernel, Serbuk Kayu, dan Lem Plywood) sebagai Pengganti Agregat Kasar Campuran Beton

Main Article Content

Hurul ‘Ain Betti Ses Eka Polonia Ahmad Ravi

Abstract

Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat merupakan daerah yang kaya dengan sumber daya alam laut dan perkebunan. Kerang Ale-ale merupakan sumber daya alam laut potensial. Sumber daya alam hasil perkebunan yaitu sawit yang dikelola oleh perusahaan dan menghasilkan limbah berupa cangkang kernel dan sumber daya alam hasil perkebunan yaitu kayu yang dikelola menjadi plywood yang menghasilkan limbah serbuk kayu dan lem sisa mesin produksi. Limbah-limbah tersebut belum dikelola secara maksimal. Hal tersebut menjadi suatu tantangan untuk melakukan penelitian supaya cangkang kerang Ale-ale, cangkang kernel, serbuk kayu plywood, dan lem plywood tersebut dapat digunakan sebagai bahan pengganti agregat kasar dalam campuran beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah-limbah berpotensi sebagai bahan pengganti agregat kasar dalam campuran beton ringan struktural serta bahan-bahan tersebut berpengaruh terhadap kuat tekan beton. Hasil Uji Kuat Tekan Beton Normal dengan umur 28 hari adalah 172,12 kg/cm2. Untuk bahan cangkang ale-ale diperoleh hasil kuat uji tekan sebesar 136,64 kg/cm2, bahan campuran kernel sebesar 25,02 kg/cm2, bahan serbuk kayu sebesar 40,41 kg/cm2, dan bahan lem plywood sebesar 177,05 kg/cm2. Limbah lem Plywood mempunyai nilai kuat tekan yang lebih tinggi dari beton normal dan mempunyai nilai kuat tekan yang paling tinggi di antara campuran limbah lainnya.

Article Details

How to Cite
‘AIN, Hurul; POLONIA, Betti Ses Eka; RAVI, Ahmad. Pemanfaatan Limbah Perusahaan Daerah (Cangkang Ale-Ale, Kernel, Serbuk Kayu, dan Lem Plywood) sebagai Pengganti Agregat Kasar Campuran Beton. POROS TEKNIK, [S.l.], v. 12, n. 1, p. 08-16, june 2020. ISSN 2442-7764. Available at: <https://ejurnal.poliban.ac.id/index.php/porosteknik/article/view/894>. Date accessed: 30 oct. 2020. doi: https://doi.org/10.31961/porosteknik.v12i2.894.
Section
Artikel

References

[1] Ali, S. 2009. Karakteristik Marshall Campuran Hot Rolled Sheet (HRS) Yang Mengandung Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Agregat Kasar. Rekayasa Sipil, 5(1), 9-19.
[2] Anugraha, R. B., & Mustaza, S. 2010. Beton ringan dari campuran Styrofoam dan serbuk gergaji dengan semen Portland 250, 300 dan 350 kg/m3. Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, 8(2), 57-66.
[3] Ariyanto, A. 2014. Pengaruh Penambahan Cangkang Siput Sudu Atau Kupang Terhadap Karakteristik Beton K-100. Jurnal Mahasiswa Teknik, 1(1).
[4] Badan Standardisasi Nasional. 1990. Metode pengujian tentang analisis saringan agregat halus dan kasar. SNI. 03-1968-1990
[5] Badan Standardisasi Nasional. 1990. SNI 03-1971-1990, Metode Pengujian Kadar Air Agregat. Jakarta (ID): BSN.
[6] Badan Standardisasi Nasional. 2008. Cara Pengujian Keausan Agregat dengan mesin abrasi Los Anggeles.
[7] Dinas Pekerjaan Umum. 1996. Metode pengujian jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan No. 200 (0,075 mm). SNI 03-4142-1996.
[8] Fadhal, A. 2014. Pemanfaatan Limbah Cangkang Sawit Sebagai Bahan Pengganti Agregat Kasar Dalam Pembuatan Beton (Doctoral Dissertation, Universitas Andalas).
[9] Haniza, S., & Hamidi, A. 2018. Analisa Perubahan Nilai Karakteristik Kuat Tekan Beton K 200 Yang Menggunakan Cangkang Sawit Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Kasar. Jurnal Sainstek, 5(2).
[10] Perdana, S. A., Taufik, T., & Rita, E. 2019. Pengaruh Penggunaan Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Pengganti Agregat Kasar Pada Campuran Beton Terhadap Nilai Kuat Tekan. Abstract of Undergraduate Research, Faculty of Civil and Planning Engineering, Bung Hatta University, 1(1).
[11] Ryansyah, M. A. 2014. Perbandingan Kuat Tekan Beton Dengan Menggunakan Cangkang Kerang Sebagai Pengganti Agregat Kasar Terhadap Beton Normal Dengan Perlakuan Awal (Doctoral dissertation, Politeknik Negeri Sriwijaya).
[12] SNI. 1973. Cara uji berat isi, volume produksi campuran dan kadar udara beton.
[13] SNI. 1990. SNI 031970-1990 Metode Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Air Agregat Halus. BNS: Jakarta.
[14] SNI. 1990. SNI 03-1974-1990 Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. BSN. Jakarta.
[15] SNI. 1990. Metode pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat kasar. SNI-03-1969-1990.
[16] SNI. 1998. SNI 03-4804-1998 (Metode Pengujian Bobot Isi Dan Rongga Udara Dalam Agregat). BSN, Jakarta.
[17] SNI. 1990. Metode pengujian slump beton. Badan Standar Nasional, Jakarta, Indonesia.
[18] SNI. 2000. Tentang Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. SNI, 3, 2834.
[19] SNI. 2002. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. SNI, 2847, 2002.
[20] SNI. 2004. Standar Nasional Indonesia (SNI) 15-7064-2004 Semen Portland Komposit. Jakarta: Dewan Standardisasi Nasional.
[21] Sulistyowatia, N. A., & Suriptob, D. 2013. Pengaruh Jenis Agregat Ringan Buatan Terhadap Kuat Tekan Beton Ringan Effect Of Artificial Lightweight Aggregate Type For Compressive Strength Of Lightweight Concrete. Material Komponen dan Konstruksi 13(1).
[22] Widari, L. A. 2015. Pengaruh Penggunaan Abu Serbuk Kayu Terhadap Kuat Tekan Dan Daya Serap Air Pada Paving Block. TERAS JURNAL-Jurnal Teknik Sipil, 5(1).
[23] Winanda, F. A. 2018. Pengaruh Penambahan Pecahan Cangkang Siput Sebagai Bahan Pengganti Agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan Paving Block.