Perkembangan Teknologi Jaringan GSM Dalam Komunikasi Seluler

Main Article Content

Ivan Maududy Zaiyan Ahyadi

Abstract

Teknologi komunikasi seluler berkembang dari generasi pertama sistem analog yang sederhana untuk aplikasi bisnis, ke generasi kedua sistem digital dengan keistimewaan yang lebih banyak dan aplikasinya untuk lingkungan perumahan dan bisnis, kemudian ke generasi ketiga yang membawa perubahan secara revolusioner pada para pengguna mobile phone, dari telpon portable yang berbasis suara menjadi video phone, internet browser, atau alat informasi yang dapat menampilkan informasi dan aplikasi menarik lainnya. GSM (Global System for Mobile Communication) adalah standar global baru dengan kapasitas handling data yang tinggi. Pada saat ini telepon GSM (Global System for Mobile Communication) dapat beroperasi pada daerah frekuensi 900 MHz dikembangkan terutama untuk komunikasi suara dan handling data pada kecepatan 9600 bps.


Perkembangan teknologi komunikasi seluler wireless ini sangat pesat, kepesatan ini baik dari segi kuantitas maupun kualitas dan ragam layanan. Dalam rencana menuju wireless generasi ketiga dikembangkan standar – standar teknologi yang baik dari Eropa, Amerika maupun Asia. Perkembangan teknologi informasi kini telah mengalami peningkatan yang cukup pesat, mulai dari pengumpulan informasi, kemudian mengolah informasi sampai dengan mendistribusikan informasi itu sendiri kepada pelanggan. Teknologi ini muncul sebagai jawaban atas keinginan manusia mendapatkan berbagai informasi yang bukan saja cepat, tetapi tepat dan akurat di tengah derasnya arus informasi. Layanan jasa telekomunikasi sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyelenggara komunikasi data dengan wilayah kerja yang luas memerlukan infrastruktur penunjang yang memudahkan setiap kantor dalam wilayah kerjanya dapat saling bertukar data dan informasi berguna.

Article Details

How to Cite
MAUDUDY, Ivan; AHYADI, Zaiyan. Perkembangan Teknologi Jaringan GSM Dalam Komunikasi Seluler. POROS TEKNIK, [S.l.], v. 10, n. 2, p. 73-81, dec. 2018. ISSN 2442-7764. Available at: <http://ejurnal.poliban.ac.id/index.php/porosteknik/article/view/698>. Date accessed: 22 sep. 2019. doi: https://doi.org/10.31961/porosteknik.v10i2.698.
Section
Artikel

References

[1] Buku pelatihan Lintasarta Router and FRAD.
[2] Buku pelatihan Lintasarta Frame Relay.
[3] Fred Halsall, Data Communication, Computer Networks and Open Systems, Fourth Edition, 1995.
[4] International Technical Support Organization, IBM, Frame Relay Guide, IBM Corporation, 1995.
[5] Kumar, Balaji, Broadband Communication, A Profesional’s Guide to ATM, Frame Relay, SMDS, SONE and BSDN, International Edition, Mc-Graw-Hill, 1996
[6] Magellan Frame Relay, Course Note.
[7] Mc. Graw Hill,Voice and Data Internet working, 1999
[8] Stallings, William, ISDN and Broadband ISDN with Frame Relay and ATM, Prentice Hall, Englewood,-Cliffs, New Jersey, 1995.
[9] Anonim, 1999, Pengelolaan Jaringan Komputer Novell Netware 4.1, Semarang, Andi Yogyakarta dan Wahana Komputer Semarang.
[10] Anonim versi 311, Netware v311: Network Management, Network & MIS Specialist, Bandung, PT. Netway Utama.
[11] Bierer, Doug, 1994, Inside NetWare 4.1- Master Installation and management of NetWare 4.1, Indiana USA, New Rider Publishing.
[12] Compex, 1992, Compex Anet-1A & Anet-1 Setup and Instalation Guide, USA, Compex Inc.
[13] Kerjasama Wahana Komputer Semarang dengan Andi Yogyakarta, 1997, Pengembangan Intranet dengan Windows NT Server 4.0
[14] Microsoft Press, 1996, Kamus Komputer, Jakarta, PT Elex Media Komputindo Gramedia.
[15] Munir Misbachul, 1997, Panduan Lengkap Novell Netware, Jakarta, PT Elex Media Komputindo Gramedia.