Perencanaan Pembuatan Tebing Jagaan Untuk Pengendalian Banjir Sungai Bitahan Kabupaten Tapin

  • Muhammad Firdaus Politeknik Negeri Banjarmasin
  • Banu Wibowo

Abstract

Sungai Bitahan  berada di Kabupaten Tapin yang tepatnya berada di Desa Bitahan. Sungai ini merupakan sungai keberadaannya sangat penting bagi masyarakat, karena sebagian besar masyarakat yang beraada di sepanjang tepian sungai menggunakan air dari Sungai Bitahan untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari dan juga untuk pengairan daerah persawahan serta perkebunan. Meskipun telah dibangun pengaman tebing sungai namun dalam perencanaannya kebanyakan tidak melakukan pengamatan lebih jauh tentang predikdisi tinggi debit air sungai pada musim hujan dan tidak melakukan normalisasi dasar sungai serta peninggian tebing sungai untuk menghindari terjadinya luapan pada sungai.


Penyusunan laporan dilakukan dengan metode pengamatan lapangan dan perhitungan. Untuk pengukuran penampang sungai menggunakan metode manual. Lokasi pengukuran penampang yang harus diperhatikan, yaitu lebar sungai, kedalaman sungai dalam jumlah 10 titik, Tinggi muka air normal. Perhitungan kecepatan menggunakan Rumus Manning , Debit merupakan jumlah air yang mengalir di dalam saluran atau sungai per unit waktu. Metode yang umum diterapkan untuk menetapkan debit sungai adalah metode profil sungai (cross section),


Dari klasifikasi Sungai, Sungai Bitahan termasuk sungai kecil dengan lebar antara 3 – 10 m. Kecepatan aliran pada saluran Sungai Bitahan kondisi normal menggunakan Rumus Manning adalah 4,25 m/det. Untuk saluran Sungai Bitahan setelah di normalisasi didapat kecepatan aliran yang menggunakan rumus Manning adalah 4,86 m/det, Untuk debit aliran saluran sungai kondisi existing pada Sungai Bitahan adalah 119,27 m3/det, debit aliran untuk saluran sungai setelah di normalisasi adalah 148,57 m3/det. Dimensi saluran pada Sungai Bitahan setelah dinormalisasi menggunakan tanggul siring berbentuk dinding kantiliver dengan lebar atas saluran A = 0,4 m, untuk lebar dasar salurannya B = 2,80 m dengan tinggi saluran H = 4,00 m dan tebal kaki pondasi D = 0,40 m. Dan hasil perhitungan daya dukung tanah pondasi untuk dinding penahan tanah kantiliver dengan keadaan tanah timbunan kering ( ), stabilitas terhadap penggeseran dinyatakan aman Fgs = 2,44 , stabilitas terhadap penggulingan aman Fgl = 2,91 dan daya dukung  F = 6,83. Dinding penahan tanah kantiliver dengan keadaan tanah timbunan jenuh (), stabilitas terhadap penggeseran dinyatakan aman  Fgs = 3,21, stabilitas terhadap penggulingan aman  Fgl = 3,28 dan daya dukung aman FK = 11,77.

References

Agoes, H. F. 2017, Modul Pengantar Sungai , Politeknik Negeri Banjarmasin
Hardiyanto, H.C. 2011. Analisis Dan Perencanaan FONDASI I EDISI KEDUA, Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Novianty, T. R. 2017.Perencanaan Konstruksi Dinding Penahan Tanah (Studi Kasus Pada Proyek Pelebaran Jalan Handil Bakti SP. Serapat Kab. Barito Kuala). Banjarmasin: Politeknik Negeri Banjarmasin
Taufik, M. 2015 Evaluasi Bangunan Pengendali Banjir Pada Sungai Kemuning Kecamatan Banjarbaru Selatan. Banjarmasin: Politeknik Negeri Banjarmasin.
Published
2017-12-27
How to Cite
FIRDAUS, Muhammad; WIBOWO, Banu. Perencanaan Pembuatan Tebing Jagaan Untuk Pengendalian Banjir Sungai Bitahan Kabupaten Tapin. Jurnal Gradasi Teknik Sipil, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 53-61, dec. 2017. ISSN 2598-8581. Available at: <http://ejurnal.poliban.ac.id/index.php/Teknik_Sipil/article/view/433>. Date accessed: 30 mar. 2020. doi: https://doi.org/10.31961/gradasi.v1i2.433.